April 3, 2012

Video Bocah Charlie Ditonton 400 Juta Orang

Video Charlie sungguh menggemaskan! Itu kesan saya sejak awal mula menyaksikan video ini beberapa tahun silam saat masih di Jogja. Kini kembali saya melihat video itu setelah membaca berita dari sumber Yahoo. Ya, Charlie dalam video yang diupload tahun 2007 itu, Charlie bersaudara tengah duduk santai di kereta bayi.

Si kakak mencoba menjaga dan menghibur sang adik, termasuk merelakan jari telunjuknya digigit si adik. Singkat kata, gigi bocah Charlie ternyata tidak lagi lunak, terang saja si kakak meringis kesakitan tatkala jarinya telujukknya digigit, tapi uniknya si kakak memaklumi Charlie yang tak tahu menahu tentang rasa sakit. Charlie hanya bisa tertawa melihat kakaknya yang kesakitan....:-)

Video ini konon menjadi rekor tertinggi di Youtube. Manajemen Youtube kabarnya tengah mengapresiasi pengunggah video dengan sejumlah konpensasi. Sebab karna video ini juga Youtube berhasil meyakinkan para pengiklan tentang perlunya beriklan di Youtube.

Pesannya, video kekerasan dan yang berbau pornografi tidak lebih menarik dari video natural seperti video Charlie. Video Charlia juga mengandung pesan penduduk dunia  lebih cenderung melihat sesuatu yang membuat tersenyum dan tertawa ditengah krisis ekonomi dunia. Salam tersenyum :-)

April 2, 2012

Andrea Stramaccioni, The Next Villas Boas??

Debut Andrea Stramacioni ternyata berhasil menangkan Inter atas Genoa 5-4. Kemenangan ini tentu saja menjadi kabar gembira bagi para pendukung inter dan mereka yang terlibat langsung dalam tradisi inter sebagai klub papan atas di daratan Italia.

Inter Milan memang tengah mengalami anti klimaks prestasi setelah ditinggal sosok Jose Mourinho. Jose sempat mengembalikan citra besar Inter sebagai juara dengan menggandengkan tiga piala sekaligus pada musim 2009/2010.

Kepercayaan sang pemilik ternyata tidak membuat Jose Mourinho berlama-lama di Liga Italia. Persis usai mengawinkan tiga gelar sekaligus The Special One mencoba mencicipi atmosper Liga Spanyol. Kepergiannya dari Italia selain karena tidak betah menjadi bulan-bulanan media, Jose juga hendak menegaskan diri sebagai pelatih yang punya kemampuan melatih di mana saja.

Inter ditinggal Jose, Rafael Benitez lantas ditunjuk menjadi penerus tradisi juara inter di Italia. Namun ternyata Benitez tidak mampu memoles tim yang ditinggal Mourinho. Inter tertatih-tatih di perebutan juara, singkat cerita Benitez didepak, lantas diganti Claudio Ranieri.

Ranieni juga ternyata memiliki persoalan yang sama, racikannya belum bisa mengantarkan Inter menjadi tim yang layak menjadi juara di Italia, Inter terseok-seok di papan tengah, setelah sebelumnya terpental di Liga Champions, prestasi yang jauh dari kesan Juara Champions 2010.

Darah Segar Inter

Pemilik Inter tidak ingin timnya terjerumus terlalu jauh, maka diputuskan untuk memecat Ranieri digantikan dengan tenaga pelatih yang lebih muda. Pelatih muda itu adalah Andrea Stramacioni. Banyak yang membanding-bandingkan pelatih ini dengan sosok Andre Villas Boas yang sebelumnya menukangi Chelsea disaat usia belum genap empat puluh tahun. Stramacioni ditunjuk menjadi caretaker lantaran prestasinya yang berhasil membawa tim muda inter maju ke babak final champions tahta muda.

Stramacioni mengawali debutnya dengan susah payah mengalahkan Genoa 5-4. Kesan awal memang selalu menjadi dasar untuk menilai prestasi berikutnya. Akankah nasib Stramacioni berakhir seperi Andre Villas Boas. Kita lihat saja nanti.

March 28, 2012

Jelang Laga Champions: Barcelona VS Milan, Atau Milan VS Messi??

Dua raksasa Eropa akan bertemu lagi dalam babak perempat final liga champions. Berseragam merah-hitam dari Italia, sedang yang satu lagi mengenakan jersey merah-biru dari Spanyol.

Pertandingan nanti malam (28/3) dipastikan berlangsung ketat mengingat kedua tim pernah satu grup pada fase penyisihan sehingga masing-masing pelatih tahu kelebihan dan kekurangan tim mereka. Pertemuan keduanya pada musim ini memang lebih menguntungkan Barcelona.

Pada sisi Barcelona, raksasa Catalan dengan mesin golnya, Lionel Messi, memang masih diunggulkan oleh semua pihak karena mereka memiliki jam terbang tinggi di level Eropa dengan menjuarai sebagian besar piala ketika sudah melewati fase semi final, terakhir mereka menggulung Bayern Munchen untuk mencatatkan nama mereka sebagai kampiun Eropa.

Sementara Milan, tim asal Italia ini juga tidak kalah jauh sama Barcelona, mengingat di masa lalu tim merupakan salah satu tim yang disegani tatkala berbicara liga eropa. Seperti saat dibesut Carlo Anceloti, tim ini pernah membawa pulang tropi champions ke kandang mereka.

Musim ini kelihatannya Milan ingin mengembalikan kejayaan masa lalu mereka dengan serius di kancah champions, rekor mereka di liga domestik juga perlahan diperbaiki, grafik permainan mereka terus meningkat, hadirnya Zlatan Ibrahimovic, Pato dan Robinho menjadi darah segar bagi jantung permainan Milan musim ini. Revolusi tim memperlihatkan hasil. Milan kini mulai ditakuti di liga domestik dan mulai mengincar tahta Eropa.

Adapun Barcelona, praktis mereka akan mempertahankan cara mereka bermain dan menjuarai musim-musim indah lima tahun terakhir. Lionel Messi, David Villa, dan penabuh genderang di lapangan tengah seperti Xavi dan Iniesta akan tetap menjadi pilihan utama tim ini.

Racikan Pep atau Allegrini

Dua pelatih muda ini akan bertemu lagi di kompetisi yang sama. Di fase grup keduanya sama-sama menunjukkan efektifitas dalam menyerang dan bertahan. Secara keseluruhan baik Barcelona dan Milan tidak  dominan, menang dan seri adalah catatan yang pernah terlihat dari keduanya.

Alegrini dengan membawa gaya Italia tentu saja akan mencoba mempertahankan filosofi catenacio dengan pertahanan kuat dibumbui counter attack. Tentu saja mereka akan mencoba mematikan mesin gol bernama Messi dan itu tentu tidak mudah. Bertahan kemudian menyerang dengan mengandalkan kecepatan striker muda Pato berduet dengan Ibrahimovic yang tangguh menghadapi benteng lawan.

Pep tentu saja akan terus menikmati cara Barcelona bermain. Taka-tiki. Menyerang dan menyerang akan menjadi gaya yang akan dipertontonkan. Trisula maut Messi, Xavi, Iniesta, ditambah darah muda Alexis Sanchez dan David Villa sedikit lebih memudahkan racikan Pep.

Secara umum tidak ada yang berani berspekulasi. Sebab postur kekuatan kedua tim relatif setara. Jadi siapa menang siapa kalah akan ditentukan hingga peluit akhir berbunyi. Salam Pagi, Salam Champions!!


M. Sya'roni Rofii
(www.rofii-perspektif.blogspot.com)