December 20, 2011

Bertemu "Bonek" di Turki #1


Saya tidak ingin menyinggung tentang kisruh sepakbola di tanah air yang sejatinya sudah melegakan semua pihak pasca kisruh beberapa waktu lalu. Tapi, apa hendak dikata sepakbola kita seperti tarik ulur tanpa henti. Lupakan itu!

Lupakan sejenak tentang kisruh sepakbola itu. Begini, ada sedikit cerita yang hendak saya bagi kepada publik kompasiana yang belum lama ini tengah menggelar gawe besar “Kompasianival”, meski tidak hadir di acara tersebut tapi terasa sekali kehangatan begitu terlihat pada diri kompasianers dan admin dalam satu arena, dan untuk acara itu selamat kepada panitia karena acara sukses besar sepertinya.

Cerita ini, sudah lama ingin saya share, tapi karena jetlag terlalu lama dan sibuk dengan urusan administrasi sana-sini di negara orang, maka kali ini jetlag itu sudah hilang.

Tentang sisi lain sepakbola Turki. Jangan tanya soal kualitas sepakbola Turki. Baik dari sisi organisasi sepakbola sampai bagaimana mereka bermain. Mereka termasuk salah satu negara yang disegani di pentas Eropa dan Dunia. Semua pencinta bola tentu saja masih ingat ketika Turki menjadi tim underdog pada piala dunia 1999 dan tahun-tahun berikutnya, generasi Hamit Altintop, Hasan Sas dan seterusnya adalah nama yang menjadi bintang kala itu, hingga hari ini generasi penerusnya tidak pernah berhenti.

October 30, 2011

Memeluk Kota Bursa Yang Dingin

Halo dunia! ini hari keempatku di tanah rantauan. Turki tepatnya. Lebih spesifik lagi di Istanbul, masih belum spesifik, Kota Bursa. Ya, Kota Bursa sekitar tiga jam perjalanan dari Istanbul.
Banyak orang menjadikan Istanbul tujuan utamanya. Tapi, jika anda sudah sampai di Istanbul anda perlu untuk mencoba melangkahkan kaki sedikit saja ke selatan kota Istanbul, maka anda akan bertemu dengan kota yang tidak kalah indah. Bursa!
Saya begitu senang bercerita tentang kota ini, kesan hangat begitu terasa pada diri orang-orang yang tinggal di tempat ini, kota kecil seperti Jogja, dari satu tempat ke tempat lain mudah di jangkau.
Tempat yang bisa dikunjungi sejauh ini yang saya jelajahi ada Benteng Sultan Ahmet, Monumen pahlawan Osman Ghazi, Masjid-masjid unik warisan sejarah dan masih banyak lagi.
Saya akan bercerita lagi nanti jika ada waktu luang. Berikut saya lampirkan saja foto-foto hasi jepretan saya. Selamat melihat.




October 14, 2011

Cinta Sultan Untuk Rakyatnya

Wacana tentang penetapan jabatan Gubernur DIY kembali mengemuka. Sebab tidak lama lagi surat keputusan terkait penetapan gubernur dan wakil gubernur akan segera berakhir Oktober mendatang. Perdebatan lama memang masih seputar apakah posisi gubernur DIY ditetapkan atau dipilih secara langsung seperti sebagian besar daerah di Indonesia melalui Pemilukada.
Ketika sejumlah elit politik mempertanyakan keistimewaan DIY justru menjadikan buku ini sangat relevan untuk dijadikan referensi membaca sejarah perjalanan bangsa Indonesia sekaligus bagaimana Yogyakarta menjadi penopang kemerdekaan, khususnya pada masa revolusi kemerdekaan 1945-1949. Andai Sultan Hamengkubuwono IX pada masa itu tidak menyediakan Yogya sebagai tempat mengungsi pemimpin republik sekaligus ibu kota sementara maka kita tidak akan pernah tahu seperti apa bangsa Indonesia dapat mempertahankan kemerdekaannya.